Profil

My photo
Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Nama saya Afri Mardicko, dosen di Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung. Saya putra asli Minang dan Jawa. Suku Minang saya adalah Caniago solok.

Saturday, November 16, 2019

Konsep Belajar dan Pembelajaran

Belajar dan pembelajaran adalah dua hal yang saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan edukatif. Belajar dan pembelajaran dikatakan sebuah bentuk edukasi yang menjadikan adanya suatu interaksi antara guru dengan siswa. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dalam hal ini diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru secara sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya untuk kepentingan dalam pengajaran.

Dalam kegiatan belajar dan mengajar, peserta didik adalah subjek dan objek dari kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, makna dari proses pengajaran adalah kegiatan belajar peserta didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran akan dicapai apabila peserta didik berusaha secara aktif untuk mencapainya. Keaktifan anak didik tidak hanya dituntut dari segi fisik, tetapi juga dari segi kejiwaan. Apabila hanya dari segi fisik saja yang aktif dan mentalnya tidak aktif, maka tujuan dari pembelajaran belum tercapai. Hal ini sama saja dengan peserta didik tidak belajar, karena peserta didik tidak merasakan perubahan dalam dirinya. Belajar pada hakikatnya adalah suatu “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah melakukan aktivitas belajar (Djamarah & Zain dalam Dasopang, 334: 2017).

Belajar dimaknai sebagai proses perubahan perilaku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Perubahan perilaku terhadap hasil belajar bersifat continiu, fungsional, positif, aktif, dan terarah. Proses perubahan tingkah laku dapat terjadi dalam berbagai kondisi berdasarkan penjelasan dari para ahli pendidikan dan psikologi. Adapun pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik, dengan bahan pelajaran, metode penyampaian, strategi pembelajaran, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Kemudian, keberhasilan dalam proses belajar dan pembelajaran dapat dilihat melalui tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan tercapainya tujuan pembelajaran, maka dapat dikatakan bahwa guru telah berhasil dalam mengajar.

Meskipun pengertian belajar dapat ditemukan dalam berbagai sumber atau literatur. Meskipun kita akan melihat perbedaan-perbedaan di dalam rumusan pengertian belajar tersebut dari masing-masing ahli, namun secara prinsip kita akan menemukan kesamaanya. Burton, dalam sebuah buku “The Guidance of Learning Avtivities”, merumuskan pengertian belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka mampu berinteraksi dengan lingkuangannya. Dalam sebuah situs tentang pengertian belajar, Abdillah mengidentifikasi sejumlah pengertian belajar yang bersumber dari para ahli pendidikan/pembelajaran. Dari kesimpulan yang dikemukakan oleh Abdillah, “Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kogntif, afektif dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu” (Aunurrahman, 35:2010)

Dalam konteks ini seseorang dikatakan belajar bilamana terjadi perubahan dari tidak mengetahui sesuatu  menjadi mengetahui. Pengetahuan tersebut dipersepsikan diperoleh dari guru. Keadaan ini memposisikan guru sebagai sosok yang serba tahu tentang sesuatu. Guru seolah-olah  sumber dari segala pengetahuan, dan tanpa guru tidak ada kegiatan yang disebut belajar. Kita sering mendengar ucapan-ucapan siswa yang mengatakan “kami hari ini tidak belajar”. Yang mereka maksudkan di sini guru tidak hadir di kelas ketika jam pelajaran karena ada suatu kegiatan. Jadi seolah-olah jika guru tidak hadir di kelas , maka tidak ada kegiatan di kelas. Membiarkan persepsi yang keliru ini berkembang sungguh sangat merugikan anak. Sebab dalam kemajuan teknologi saat ini belajar tidak harus tergantung sepenuhnya pada hadir atau tidaknya guru bersama siswa.

Akan tetapi perkembangan pesat teknologi tidak serta merta dapat menghilangkan peran guru, karena begitu banyak sentuhan-sentuhan pendidikan yang tidak mungkin dapat menggantikan peran guru.  Guru yang sukses di sekolah biasanya menguasai masalah-masalah professional dan akademik, mengerti motif, kepribadian, kemampuan, gaya belajar dan berpikir, tingkah laku sosial dan antisosial siswa, respect, dan diterima oleh teman sejawat dan siswa, dan merasa senang menerima pekerjaan penting (Djiwandono dalam Aunurrahman, 39:2010).

Kegiatan belajar menunjukkan suatu aktifitas pada diri seseorang/ peserta didik yang disadari atau disengaja. Aktifitas ini menunjuk kepada keaktifan peserta didik dalam melakukan suatu kegiatan tertentu, baik pada aspek-aspek jasmaniah maupun aspek mental. Kegiatan belajar dikatakan semakin baik, bilamana intensitas keaktifan jasmaniah dan mental semakin tinggi. Begitu banyak aktifitas seseorang/ peserta didik yang merupakan cerminan dari kegiatan belajar, walaupun diri individu tadi tidak menyadarinya.

No comments:

Post a Comment

HAKIKAT PEMBELAJARAN

1. Makna Pembelajaran Pada bab 1 kita sudah membahas tentang makna belajar. Supaya belajar dapat terlaksana dengan baik dan maksimal maka ...